Prihatin yaitu sadar diri. Sadar
diri kalau uang yang ada tidak cukup, maka harus dicukup-cukupi. Sadar
diri kalau waktu cepat berlalu, maka harus pintar-pintar bagi waktu.
Sadar diri kalau diri ini bukan orang pintar, maka harus rendah hati.
Sadar diri kalau orang tua sangat berharap, maka harus serius dalam
belajar. Sadar diri kalau ilmu itu sangat banyak, maka harus sabar dalam
belajar.
Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan
Rabu, 08 Juli 2015
Kamis, 29 Januari 2015
Pertemuan dengan Perempuan Berjibab Besar Di UMY
Kemarin mampir ke UMY untuk sedikit keperluan. Ketika sedang menyelesaikan urusankan di UMY. Ku mendenar suara.
"Untuk registrasi dan SPP Bahasa Arab pak" suara khas perempuan yang menjawab pertanyaan petugas bank.
Aku yang saat itu sedang memandang lantai seketika itu menatap wajah pemilik suara tadi. Dia hanya menaruh slip setoran bank berwarna biru di dalam keranjang antrian dan bergegas keluar ruangan untuk menghampiri temannya.
Jilbab besar dan gamis yang menjuntai hingga mata kaki membuatnya terlihat anggun dan cantik. Jilbab besar dan gamis yang dia kenakan tidak berwarna hitam semua, tetapi paduan dari warna ungu dan biru yang serasi. Yang ku tafsirkan dari yang ia kenakan untuk menutup auratnya, dia bukanlah aliran yang menutup diri dari sosialiasi dengan masyarakat. Dia juga tak mengenakan cadar, yang jelas memancarkan wajahnya yang cantik dan sejuk.
Jumat, 02 Mei 2014
Sekarang Mahasiswa Bisa Belajar Pasar Modal di Pojok Bursa UIN Sunan Kalijaga
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam (FEBI) bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) dan PT. OSO Securities membuka Galeri Investasi
(Pojok Bursa) di kampus UIN Suka, Kamis 20 Maret 2014. Kegiatan ini
dilakukan di Convention Hall dan dilanjutkan dengan peresmian Gedung
Galeri Investasi (Pojok Bursa) yang terletak di sebelah barat Fakultas
Ilmu Sosial dan Humaniora.
Sabtu, 19 April 2014
KERANGKA PIKIR EKONOMI ISLAM DAN RASIONALITAS ISLAM
Islam bukanlah hanya sebuah keyakinan bertuhan satu, tetapi Islam merupakan
sebuah sistem yang universal mencakup sendi-sendi kehidupan manusia. Begitu
pula dalam mengatur bagaimana ekonomi dapat berjalan dengan menguntungkan
berbagai pihak tanpa dengan dasar yang jelas dan rasional.
Kerangka pikir Ekonomi islam berinti pada ekonomi yang berlandaskan ketuhanan ia bertitik
tolak dari Tuhan dan memiliki tujuan akhir pada Tuhan ( Yusuf Qardhawi), hal ini
ditujukan kepada sumber ajaran Islam yaitu Al-Qur’an dan Al-hadits.
Dalam aplikasinya Islam disamping harus berdasarkan Al-Qur’an Hadits, Islam
pun mengutamakan rasionalitas yang sesuai
dengan universalitas Islam dalam konsep ekonomi Islam berorientasi pada pelaku
ekonomi yang rasional Islam bertujuan untuk mendapatkan mushalahah, tidak
melakukan kemubaziran, berusaha meminimalisir resiko dan dihadapkan ketidak
pastian.
Ekonomi Islam memiliki sifat dasar sebagai ekonomi
Rabbani dan Insani. Di sebut ekonomi Rabbani karena sarat dengan arahan
nilai-nilai iilahiah. Lalu ekonomi Islam dikatakan memiliki dasar sebagai
sebagai ekonomi insani karena sistem ekonomi ini dilaksanakan dan di tunjukan
untuk kemakmuran manusia
Ini semua adalah rambu-rambu dalam bidang ekonomi
dan perdagangan yang harus ditaati oleh setiap muslim. Karena itu munculah
ekonomi Islam lebih merupakan realisasi dari Islam itu sendiri yang universal.
Kajian tentang sejarah ekonomi sangat penting bagi ekonomi karena sejarah
adalah laboratorium umat Islam Ekonomi, sebagai salah satu ilmu social, perlu
kembali kepada sejarah agar dapat melaksanakan eksperimen-eksperimennya dan
menurunkan kecenderungan-kecenderungan jauh-jauh dalam berbagai ubahan
ekonominya.
Kandungan Nilai Sekaten dan Penerapannya
Kamis sore 5 Desember 2013, upacara pembukaan acara tahunan Sekaten
berjalan dengan hikmat. Terlihat beberapa petinggi pemerintah DI Yogyakarta
menghadiri upacara tersebut. Diantaranya Gubernur Jogja, Kepala Kejaksaan
Tinggi, Forumkom Pemda Jogja, Bupati Daerah dan para staffnya.
Pembukaan acara Sekaten sangat menarik perhatian masyarakat sekitar,
baik masyarakat yang menetap maupun yang lewat wilayah Sekaten,
alun-alun utara. “Pembukaan Sekaten kali ini terkesan keren, dilihat
dari drama yang ada premannya dan tarian-tarian” jawab Caca dan Lala, Siswi SMK
Kesehatan Jogjakarta yang kebetulan lewat ketika ditanya kesan mereka. Caca dan
Lala berpendapat Sekaten merupakan bentuk dari penyebaran Islam yang melalui
budaya setempat.
Pelajar Jogjakarta pun berkesempatan berperan dalam pembukaan sekaten,
seperti SMK 1 Kasihan Bantul. Mereka menjadi pemain gamelan juga menyumbangkan
seni tari yang dalam 1 rombongan pengiring musik beranggotakan 100 anggota
termasuk penari, jelas Irul pemberi informasi yang merupakan salah satu dari
mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)